18 Feb 2011
11 Jan 2011
Sapardi Djoko Damano
Posted by Chandra "achunt" Ganteng on 4:35 PM. - No comments
Kadang kadang, gue sendiri pengen mengemas satu postingan-kata yang gua dengan satu kemasan dalemannya terdapat kata kata yang beuuuuh, bikik bangkitttt. seperti sajak atau kata motivator.
pengalaman gua menulis sajak, di rasa masih sangat amat ancur. ketika gue menulis sajak , gue bikin tulisannya sesedih mungkin, padahal kondisi gua lagi ngasih happyness. contohnya ini,
Pelan pelan aku jatuh kepada-mu, mataku selalu tertuju padamu, kau buatku semakin meragu, karena kamu terlalu cantik nbagimu (tobecontinued)
sajak ya sajak, gue yakin ini adalah sajak yang paling alay di dunia, paling banter di sukai anak" SMA yang celana merecet dibawanya dengan jaket dibadannya yang tebel. gak banget deh.
untuk sastra gua terkagum dengan sapardi djoko damono, maestro sastra indonesia, yang sajak-sajaknya beuh, sampe bikin miris.
Mengingat gue mahasiswa, dan dia dulu pernah jadi dosen, gue pengen juga belajar dengan beliau. gue adalah teknik, dia adalah sastra. teknik sastra adalah terobosan baru buat perkuliahaan. hahahaha.
AKU INGIN
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
pengalaman gua menulis sajak, di rasa masih sangat amat ancur. ketika gue menulis sajak , gue bikin tulisannya sesedih mungkin, padahal kondisi gua lagi ngasih happyness. contohnya ini,
Pelan pelan aku jatuh kepada-mu, mataku selalu tertuju padamu, kau buatku semakin meragu, karena kamu terlalu cantik nbagimu (tobecontinued)
sajak ya sajak, gue yakin ini adalah sajak yang paling alay di dunia, paling banter di sukai anak" SMA yang celana merecet dibawanya dengan jaket dibadannya yang tebel. gak banget deh.
untuk sastra gua terkagum dengan sapardi djoko damono, maestro sastra indonesia, yang sajak-sajaknya beuh, sampe bikin miris.
Malam
tak menegurmu, bergeser agak ke samping / ketika kau menuangkan air
mendidih ke poci; / ada yang sudah entah sejak kapan tergantung di
dinding / bergegas meluncur di pinggang gelas-waktu ini. / Dingin
menggeser malam sedikit ke sudut ruangan; / kautahan getar tanganmu
ketika menaruh tutup poci itu, / dan luput;... ada yang ingin kaukibaskan. / Kenapa mesti kaukatakan aku tampak begitu gugup?
Pantes aja banyak nerima penghargaan..
Sapardi adalah lulusan bahasa inggris Universitas Gadjah Mada, bukan teknik kimia untirta. Pujangga ini juga pernah mengajar di fakultas Sastra Universitas Indonesia. Musikalisasi puisi karya SDD dimulai pada tahun 1987 ketika beberapa mahasiswanya membantu program Pusat Bahasa, membuat musikalisasi puisi karya beberapa penyair Indonesia, dalam upaya mengapresiasikan sastra kepada siswa SLTA. Saat itulah tercipta musikalisasi Aku Ingin oleh Ags. Arya Dipayana dan Hujan Bulan Juni oleh H. Umar Muslim. Kelak, Aku Ingin diaransemen ulang oleh Dwiki Dharmawan dan menjadi bagian dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), dibawakan oleh Ratna Octaviani.
Mengingat gue mahasiswa, dan dia dulu pernah jadi dosen, gue pengen juga belajar dengan beliau. gue adalah teknik, dia adalah sastra. teknik sastra adalah terobosan baru buat perkuliahaan. hahahaha.AKU INGIN
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
17 Des 2010
surat tak tersampaikan
Posted by Chandra "achunt" Ganteng on 12:39 AM. - 1 comment
kepada dia yang ada di sana. semoga baik" saja..
gue sama sekali tidak memahami dengan apa yang ada di jalan pikiran gue saat ini. dengan jalinan kasih yang akhirnya pecah juga. tanpa sedikit mengetahui sebab kita mengakhiri jalan kita bersama, ucapan-ucapan atau kata demi kata yang membuat kita merasa saling meyakini bahwa apa yang kita jalani sebenarnya tidak berbuntu. namun pada akhirnya, kita menemui jalan yang membelok ke dua arah, kita memutuskan untuk jalan ke arah yang berbeda, karena aku tidak terlalu yakin sanggup untuk mengiringi kamu untuk melangkah lurus.
setelah tidak bersama dengan kamu lagi, pada jalan yang aku tempuh selama tiga bulan lamanya, dia melintas begitu cepat dalam selang pikiran-ku saat itu. sehingga aku terburu" untuk menentukan sebuah keputusan, dengan pertimbangan yang terburu", dengan ucapan "jalani saja". Entah jalan seperti apa yang dia mau.
cinta gua dengan kamu, ibarat tali yang sangat sensitive, seolah-olah ketika tali ini putus, maka untuk mengikatnya kembali, gua mesti mencari tali yang memang sama percis dengan tali yang telah putus, atau robek.
yah, gue mencoba untuk merajut kembali tali kasih, dengan warna tali yang tak sejenis. gua coba untuk menyikapi, bahwa gua harus bisa, harus bisa tanpa kamu. tanpa kamu yang dulu emang menjadi harapan aku, untuk terus bersama, sampai kakek nenek. namun, tali-ku tidak bisa mengikat kencang dengan talinya. Mungkin semakin dia memberikan warna, semakin aku teringat dengan warna asal kamu. atau mungkin aku tidak bisa menerima dia apa adanya, atau mungkin kamu terlalu hebat untuk seorang aku yang bego dengan asmara.
gua dan dia, tidak bisa berlama-lama untuk saling mengikat. sejak saat itu gua sadar, bahwa sebenarnya gue terlalu menyiksa diri gue sendiri karena terlalu memaksa pada wana tali yang telah kita warnai. padahal sebenarnya bisa ternetralkan.
aku sempat menengok kamu di suatu waktu, dan kamu sudah lebih dulu mengikat tali yang putus itu. kamu curang, tali yang kamu ikat bersama tali baru kamu itu bisa lebih kuat dan tidak sensitive.
setelah 3 bulan putus sama kamu, akhirnya dengan aku juga putus dengan dia, aku bisa menyadari bahwa semua ini adalah konspirasi yang telah di atur oleh waktu, oleh semesta. mungkin aku harus merasakan kembali apa yang aku rasa dengan kamu, tali yang putus lagi, untuk menerima benar apa yang terjadi selama ini, dan merelakan semua yang telah kita jalani dan terjadi. butuh tali yang putus lagi, untuk mendoakan kamu yang tengah bahagia dengan nya bahwa "kamu sudah mendapatkan yang lebih baik dari pada aku. tersenyum ketika aku harus menengok kamu.
dan dia yang telah menemukan kembali dengan begitu cepat, aku sudah menyadari ini, bahwa kau juga melakukan apa yang telah aku lakukan dengan kamu saat ini, menerima, merelakan, mendoakan.
hari ini, aku harap bisa tanpa kamu !
gue sama sekali tidak memahami dengan apa yang ada di jalan pikiran gue saat ini. dengan jalinan kasih yang akhirnya pecah juga. tanpa sedikit mengetahui sebab kita mengakhiri jalan kita bersama, ucapan-ucapan atau kata demi kata yang membuat kita merasa saling meyakini bahwa apa yang kita jalani sebenarnya tidak berbuntu. namun pada akhirnya, kita menemui jalan yang membelok ke dua arah, kita memutuskan untuk jalan ke arah yang berbeda, karena aku tidak terlalu yakin sanggup untuk mengiringi kamu untuk melangkah lurus.
setelah tidak bersama dengan kamu lagi, pada jalan yang aku tempuh selama tiga bulan lamanya, dia melintas begitu cepat dalam selang pikiran-ku saat itu. sehingga aku terburu" untuk menentukan sebuah keputusan, dengan pertimbangan yang terburu", dengan ucapan "jalani saja". Entah jalan seperti apa yang dia mau.
cinta gua dengan kamu, ibarat tali yang sangat sensitive, seolah-olah ketika tali ini putus, maka untuk mengikatnya kembali, gua mesti mencari tali yang memang sama percis dengan tali yang telah putus, atau robek.
yah, gue mencoba untuk merajut kembali tali kasih, dengan warna tali yang tak sejenis. gua coba untuk menyikapi, bahwa gua harus bisa, harus bisa tanpa kamu. tanpa kamu yang dulu emang menjadi harapan aku, untuk terus bersama, sampai kakek nenek. namun, tali-ku tidak bisa mengikat kencang dengan talinya. Mungkin semakin dia memberikan warna, semakin aku teringat dengan warna asal kamu. atau mungkin aku tidak bisa menerima dia apa adanya, atau mungkin kamu terlalu hebat untuk seorang aku yang bego dengan asmara.
gua dan dia, tidak bisa berlama-lama untuk saling mengikat. sejak saat itu gua sadar, bahwa sebenarnya gue terlalu menyiksa diri gue sendiri karena terlalu memaksa pada wana tali yang telah kita warnai. padahal sebenarnya bisa ternetralkan.
aku sempat menengok kamu di suatu waktu, dan kamu sudah lebih dulu mengikat tali yang putus itu. kamu curang, tali yang kamu ikat bersama tali baru kamu itu bisa lebih kuat dan tidak sensitive.
setelah 3 bulan putus sama kamu, akhirnya dengan aku juga putus dengan dia, aku bisa menyadari bahwa semua ini adalah konspirasi yang telah di atur oleh waktu, oleh semesta. mungkin aku harus merasakan kembali apa yang aku rasa dengan kamu, tali yang putus lagi, untuk menerima benar apa yang terjadi selama ini, dan merelakan semua yang telah kita jalani dan terjadi. butuh tali yang putus lagi, untuk mendoakan kamu yang tengah bahagia dengan nya bahwa "kamu sudah mendapatkan yang lebih baik dari pada aku. tersenyum ketika aku harus menengok kamu.
dan dia yang telah menemukan kembali dengan begitu cepat, aku sudah menyadari ini, bahwa kau juga melakukan apa yang telah aku lakukan dengan kamu saat ini, menerima, merelakan, mendoakan.
hari ini, aku harap bisa tanpa kamu !
4 Nov 2010
serasa aneh
Posted by Chandra "achunt" Ganteng on 9:28 PM. - No comments
2 minggu yang lalu, secara ajaib gue memberanikan diri pergi kerumahnya untuk memberikan sebuah documen msds senyawa, ntuk dilampirkan dalam satu laporan. kebetulan modul laporan gue dengan modul laporannya. Kinetika Kimia
walaupun hanya memberikan document lampiran doang, tapi ini adalah tindakan yang sangat berani karena dia secara perlahan masuk kedalam ruangg pikiran gue, masuk menyempit. apa yang terjadi, gue dengan pd, menawari dia msds. dan dia iyakan dengan simpel. dulu, kalo gue udah mikirin seseorang, gue sempet" ga berani untuk ngomong doang, bawaannya susah. tapi malam itu gue memberanikan diri menyampari dia yang menunggu gue membawa documen msds, di kostannya..
sesampainya, gue mencoba untuk mng sms, bahwa gue udah di bawah kost"annya. ternyata dia lagi makan, pecel lele. pecel lele sendiri makanan favorit gue. pengen gue makan pecel lele, barengan apalagi.
dia datang. gue gelagapan gak bisa ngawalin mau dari mana gue bilang. dia datang percis terlihat dengan celana jeans, tshirt biasa.
"eh, dikirai pecel lele yang di atas. saya udah nunggu lho."
oh, engga, gue makan di belakang" jawabnya.
nih msdsnya !"
selanjutnya gue coba untuk berbicara ringan dengan dia, ngasih sekecil pengalaman gue yang abis praktikum dua hari yang lalu, gue coba untuk so kalem
ternyata dia enak juga di ajak bicaranya, dan gue bisa lebih refleks bicara dan menanggapinya.
akhirnya gue pulang.
dan entah knapa sesaat gue abis aja ketemu dengannya, gue jadi males naik angkot, padahal jarak dari damkar ke kr lumayan bikin kaki pegel pegel.
tapi malam itu gue maksain untuk jalan kaki sampai menuju kamar kostan gue, di bawah langit malam, menyusuri jalan, ngelangkahin bayangan gue, dan ternyata gak bisa. selama itu gue maksain juga untuk berfikir, untuk hati yang serasa senang nan aneh juga.
yang gue rasain sekarang, entah. tapi kalo pun ini hanya kebetulan, yang kayak gini, bisa mengiri langkah gue, seperti langkah gue semalam itu
walaupun hanya memberikan document lampiran doang, tapi ini adalah tindakan yang sangat berani karena dia secara perlahan masuk kedalam ruangg pikiran gue, masuk menyempit. apa yang terjadi, gue dengan pd, menawari dia msds. dan dia iyakan dengan simpel. dulu, kalo gue udah mikirin seseorang, gue sempet" ga berani untuk ngomong doang, bawaannya susah. tapi malam itu gue memberanikan diri menyampari dia yang menunggu gue membawa documen msds, di kostannya..
sesampainya, gue mencoba untuk mng sms, bahwa gue udah di bawah kost"annya. ternyata dia lagi makan, pecel lele. pecel lele sendiri makanan favorit gue. pengen gue makan pecel lele, barengan apalagi.
dia datang. gue gelagapan gak bisa ngawalin mau dari mana gue bilang. dia datang percis terlihat dengan celana jeans, tshirt biasa.
"eh, dikirai pecel lele yang di atas. saya udah nunggu lho."
oh, engga, gue makan di belakang" jawabnya.
nih msdsnya !"
selanjutnya gue coba untuk berbicara ringan dengan dia, ngasih sekecil pengalaman gue yang abis praktikum dua hari yang lalu, gue coba untuk so kalem
ternyata dia enak juga di ajak bicaranya, dan gue bisa lebih refleks bicara dan menanggapinya.
akhirnya gue pulang.
dan entah knapa sesaat gue abis aja ketemu dengannya, gue jadi males naik angkot, padahal jarak dari damkar ke kr lumayan bikin kaki pegel pegel.
tapi malam itu gue maksain untuk jalan kaki sampai menuju kamar kostan gue, di bawah langit malam, menyusuri jalan, ngelangkahin bayangan gue, dan ternyata gak bisa. selama itu gue maksain juga untuk berfikir, untuk hati yang serasa senang nan aneh juga.
yang gue rasain sekarang, entah. tapi kalo pun ini hanya kebetulan, yang kayak gini, bisa mengiri langkah gue, seperti langkah gue semalam itu
26 Okt 2010
sempet juga
Posted by Chandra "achunt" Ganteng on 10:08 PM. - No comments
gue baru nyadar juga, udah mati suri di dunia perbloggan.
gara" nya karena gue udah beralih di masa" SMA gue menuju bangku perkuliahan. sampe gerahnya minta ampun (lalu apa hubungannya).
anyway, ini lah dunia kuliah, dimana kita harus ngerjain tugas yang menumpuk (dan gue tunda" juga) sampe larut malam. telaah satu persatu makna kalimat dari sebuah pelajaran. kalo bisa gue buka cangcut, kalo gagal, gue turun dari lantai tiga. belum lagi praktikum yang tugasnya bikin laporan yang sama sekali gue gak ngerti udah praktikum apa tadi.
masuk Teknik Kimia juga butuh ketelitian tinggi, ga cuma kimia, tapi kalkulusnya yang ajeb.
pengalaman kemaren gue ngerjain soal quiz kalkulus, setelah gue pede" ngerjain dan suksess dengan bangga, ternyata gue cek lagi, gue salah nulis soal.
ancrit, hal kecil kayak gitu, bisa ngerubah nilai gue jadi kebaliknya.
tapi senengnya, gue dapet temen" yang gelo edan eling, termasuk satu pemandangan.
SO FAR !!!
*gue janji kalo gue sempet, pengen nulis lagi di diary ini, sekaligus ngenalin kehidupan kampus gue sama temen" gue yang baru !*
gara" nya karena gue udah beralih di masa" SMA gue menuju bangku perkuliahan. sampe gerahnya minta ampun (lalu apa hubungannya).
anyway, ini lah dunia kuliah, dimana kita harus ngerjain tugas yang menumpuk (dan gue tunda" juga) sampe larut malam. telaah satu persatu makna kalimat dari sebuah pelajaran. kalo bisa gue buka cangcut, kalo gagal, gue turun dari lantai tiga. belum lagi praktikum yang tugasnya bikin laporan yang sama sekali gue gak ngerti udah praktikum apa tadi.
masuk Teknik Kimia juga butuh ketelitian tinggi, ga cuma kimia, tapi kalkulusnya yang ajeb.
pengalaman kemaren gue ngerjain soal quiz kalkulus, setelah gue pede" ngerjain dan suksess dengan bangga, ternyata gue cek lagi, gue salah nulis soal.
ancrit, hal kecil kayak gitu, bisa ngerubah nilai gue jadi kebaliknya.
tapi senengnya, gue dapet temen" yang gelo edan eling, termasuk satu pemandangan.
SO FAR !!!
*gue janji kalo gue sempet, pengen nulis lagi di diary ini, sekaligus ngenalin kehidupan kampus gue sama temen" gue yang baru !*




Join The Community